Harga Emas Meledak 65% Sepanjang 2025, Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Nasional
JAKARTA, 6 JANUARI 2026 – Lonjakan harga emas sepanjang 2025 tercatat sebagai salah satu pemicu utama inflasi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan emas perhiasan sebagai komoditas dengan kontribusi inflasi tahunan paling besar, sekaligus paling sering memicu inflasi bulanan sepanjang tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, inflasi kumulatif hingga Desember 2025 atau year to date (ytd) mencapai 2,92%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi pada periode yang sama dalam rentang 2021–2024, kecuali pada 2022.
“Sepanjang Januari hingga Desember 2025, komoditas dari kelompok harga bergejolak dan komponen inti relatif lebih sering menyumbang inflasi bulanan. Namun secara tahunan, emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar,” ujar Pudji, Senin (5/1/2026).
Tekanan inflasi dari emas sejalan dengan tren kenaikan harga yang hampir tanpa jeda sepanjang 2025.
Harga emas Antam 24 karat berulang kali mencetak rekor, dipicu oleh meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang tahun lalu, harga emas bahkan menembus Rp2,5 juta per gram.
Pada penutupan perdagangan 31 Desember 2025, harga emas Antam tercatat di level Rp2.501.000 per gram. Angka ini melonjak tajam dibandingkan awal tahun yang masih berada di kisaran Rp1.515.000 per gram, atau naik sekitar 65% dalam setahun.
Kenaikan drastis tersebut membuat emas perhiasan kerap memicu inflasi bulanan, terutama dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
BPS mencatat emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi bulanan sebanyak 11 kali sepanjang 2025. Frekuensi yang tinggi ini menunjukkan kuatnya pengaruh pergerakan harga emas terhadap dinamika inflasi nasional.
Meski demikian, Pudji menegaskan inflasi 2025 tidak semata-mata dipicu oleh emas. Komoditas pangan, transportasi, serta komponen inti lainnya juga tetap memberikan kontribusi. Namun, dominasi emas perhiasan menjadi ciri khas pola inflasi nasional sepanjang tahun lalu.
Dengan harga emas yang masih bertahan di level tinggi hingga akhir 2025, pergerakan komoditas ini diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi ke depan.